<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>artist &amp;mdash; Loudly Here</title>
    <link>https://loudlyhere.writeas.com/tag:artist</link>
    <description>For all of the feelings I refuse to deny, and all of the memories I refuse to forget.</description>
    <pubDate>Fri, 08 May 2026 06:18:25 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>Pure Genius</title>
      <link>https://loudlyhere.writeas.com/pure-genius?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[&#34;It takes either deep desperation, or great boredom, for a masterpiece to be born. Either pure luck, or pure weird, too.&#34;&#xA;&#xA;&#34;No pure genius?&#34;&#xA;&#xA;&#34;We called it genius because it was so weirdly different that most of our minds couldn&#39;t even think of it.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hm...borrowing your way to express things; that&#39;s a weirdly interesting way to look at it.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Call me pure genius. Lol.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Meh. Lol.&#34;&#xA;&#xA;#life #art #artist]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>“It takes either deep desperation, or great boredom, for a masterpiece to be born. Either pure luck, or pure weird, too.”</p>

<p>“No pure genius?”</p>

<p>“We called it genius because it was so weirdly different that most of our minds couldn&#39;t even think of it.”</p>

<p>“Hm...borrowing your way to express things; that&#39;s a weirdly interesting way to look at it.”</p>

<p>“Call me pure genius. Lol.”</p>

<p>“Meh. Lol.”</p>

<p><a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:life" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">life</span></a> <a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:art" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">art</span></a> <a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:artist" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">artist</span></a></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://loudlyhere.writeas.com/pure-genius</guid>
      <pubDate>Fri, 26 Nov 2021 22:24:08 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>La Petite Mort</title>
      <link>https://loudlyhere.writeas.com/la-petite-mort?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[&#34;Any act to generalize the point of view of an art and or artist/artisan is actually killing the layers of intimacy between the creator and the art lover.&#xA;&#xA;I prefer to seek, understand and experience the connection with each one, by my own, and taking it as the journey of life.&#xA;&#xA;That connection that with time will become a bound, and to experience it fully, is like a la petite mort. &#xA;&#xA;That&#39;s to me, and I agree to disagree. Art is one to each own anyway.&#34;&#xA;&#xA;#art #artist]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>“Any act to generalize the point of view of an art and or artist/artisan is actually killing the layers of intimacy between the creator and the art lover.</p>

<p>I prefer to seek, understand and experience the connection with each one, by my own, and taking it as the journey of life.</p>

<p>That connection that with time will become a bound, and to experience it fully, is like a la petite mort.</p>

<p>That&#39;s to me, and I agree to disagree. Art is one to each own anyway.”</p>

<p><a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:art" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">art</span></a> <a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:artist" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">artist</span></a></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://loudlyhere.writeas.com/la-petite-mort</guid>
      <pubDate>Thu, 25 Nov 2021 22:23:06 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Photographer</title>
      <link>https://loudlyhere.writeas.com/photographer?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Take as much photos as you want when you first start. Let your whole body feel the instinct and learn the language. &#xA; &#xA;Let your fingers be one with the shutter, and learn how fast they want to be. &#xA;&#xA;Let your eyes be !--more--sure about what they are really looking for. &#xA;Let your heart races and dances with the adrenalin while catching up with the moment. &#xA;Let the time makes love with your soul. &#xA; &#xA;And then, stop taking photos at all. &#xA; &#xA;Feel the crave. &#xA;Feel how your heart races whenever the moment comes. &#xA;Feel how your hands moves fast to reach your shutter. &#xA;Feel the urge and be really dying for it. &#xA;Feel it badly, like an ultimate orgasm. &#xA; &#xA;And then, limit yourself to only take two shots on each moment that you feel the urge to shoot. &#xA;Train yourself till you get it on one shot. &#xA; &#xA;By then, you will remember each photo that you take, how you feel about each of them, and you&#39;ve made love with life. &#xA; &#xA;You&#39;ve made memories and you will already have all the things you need to be one. &#xA; &#xA;------- &#xA;A photographer. &#xA;&#xA;#art #artist #photography]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Take as much photos as you want when you first start. Let your whole body feel the instinct and learn the language.</p>

<p>Let your fingers be one with the shutter, and learn how fast they want to be.</p>

<p>Let your eyes be sure about what they are really looking for.
Let your heart races and dances with the adrenalin while catching up with the moment.
Let the time makes love with your soul.</p>

<p>And then, stop taking photos at all.</p>

<p>Feel the crave.
Feel how your heart races whenever the moment comes.
Feel how your hands moves fast to reach your shutter.
Feel the urge and be really dying for it.
Feel it badly, like an ultimate orgasm.</p>

<p>And then, limit yourself to only take two shots on each moment that you feel the urge to shoot.
Train yourself till you get it on one shot.</p>

<p>By then, you will remember each photo that you take, how you feel about each of them, and you&#39;ve made love with life.</p>

<p>You&#39;ve made memories and you will already have all the things you need to be one.</p>

<hr/>

<p>A photographer.</p>

<p><a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:art" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">art</span></a> <a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:artist" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">artist</span></a> <a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:photography" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">photography</span></a></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://loudlyhere.writeas.com/photographer</guid>
      <pubDate>Thu, 25 Nov 2021 16:19:56 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Seni</title>
      <link>https://loudlyhere.writeas.com/seni?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Seni mungkin memang merupakan kemampuan manusia untuk memproyeksikan mimpi atau impian diatas kenyataan, namun itu tak menjadikan seorang seniman hanya sebagai seorang pemimpi. Menurutku, pada dasarnya setiap seniman adalah seorang pemikir berat. !--more--&#xA;&#xA;Impian dan kenyataan adalah pembagian yang dilakukan manusia berdasarkan apa yang bisa diukur dan dicerna oleh nalar manusia pada masa tertentu. (Kusebut masa, karena apa yg logis di tahun 2011 ini tentu tidak logis pada tahun 1920.) Pembagian yang dilakukan atas dasar mungkin dan tidak mungkin, yang lagi - lagi merupakan kotak - kotak yang dilakukan oleh manusia.&#xA;&#xA;Itu sebabnya seringkali, apabila tidak bisa dikatakan setiap kali, seniman dalam bidang apapun, dianggap gila, ditolak oleh kumpulannya dengan alasan melanggar ketentuan ataupun pemahaman atas idealisme yang ada, atau dianggap memiliki masalah psikologi yang tidak sesuai dengan paham umum pada masanya. &#xA;&#xA;Memang tidak dapat dipungkiri, kesempurnaan adalah kata yang sangat berat dan rumit. Mereka yang mencari kesempurnaan, tidak lain dan tidak bukan, adalah seniman. Baik kesempurnaan yang utuh, ataupun kesempurnaan dalam ketidaksempurnaan. &#xA;&#xA;Kesempurnaan dalam segala wujudnya, hanya dapat ditemukan saat pemikiran dapat dibebaskan dari segala ikatan dan bentuk apapun yang diharuskan oleh manusia. Kesempurnaan bukanlah milik manusia, karenanya untuk dapat memahami kesempurnaan tersebut, batas manusia harus dihilangkan. &#xA;&#xA;Harus diakui, untuk mampu memahami makna dari kesempurnaan tersebut, mau tidak mau seorang harus menghadapi ribuan ketidaksempurnaan, menjawab dan memikirkan jawaban atas jutaan pertanyaan yang tak pernah habis, dan seringkali menyedot diri ke dalam sebuah pemahaman yang apabila diucapkan, akan terdengar absurd. &#xA;&#xA;Setiap manusia, pada dasarnya ingin hidup bahagia. Bahagia secara mudah disubstitusikan dengan kata aman. Aman secara nyawa, aman secara badan, aman secara jiwa, dan aman dalam hubungan dengan sesama manusia lainnya. Aman dapat dengan mudah dialihkan sebagai normal. Normal berarti sama seperti kebanyakan yang lain, atau pada umumnya. Syarat dari normal adalah tidak berlebih, tidak menyolok, dan tidak tertinggal atau dapat dikatakan sebagai: biasa - biasa saja.&#xA;&#xA;Biasa - biasa saja tentu bukanlah kesempurnaan. Dan biasa - biasa saja inilah yang membuat banyak orang takut untuk berpikir dan bertanya lebih jauh mengenai kesempurnaan. Setiap manusia dalam hati kecilnya menyadari dengan amat sangat, bahwa sekali kita mengetahui sebuah kebenaran, akan amat sangat sulit untuk kembali ke posisi tidak tahu. Seringkali, jauh lebih mudah untuk menjadi tidak tahu. Karena tahu akan membuat kita terpaksa menelaah kenormalan kita kembali. Seringkali, jauh lebih mudah untuk menutup mata dan percaya segalanya akan baik - baik saja.&#xA;&#xA;Namun para seniman yang ingin mencapai titik maksimal dalam dirinya, akan secara sadar berusaha menghilangkan segala harapan atas sebuah titik normal, karena harapan akan adanya titik normal hanya akan membatasi kemampuan dirinya dan membuatnya berhenti.&#xA;&#xA;Setiap seniman, diakui atau tidak, dengan atau tanpa sadar, mempunyai idealisme dan gambaran ideal mengenai berbagai hal. Seni menjadi sarana di mana mereka dapat menggambarkan konsep ideal mereka, meletakkan pondasi akan dunia ideal yg mereka harapkan. Seni menjadi suara mereka, menjadi kapal layar mereka untuk perjalanan menemukan mercu suar yg mereka tuju.&#xA;&#xA;Setiap seniman, diakui atau tidak, dengan atau tanpa sadar, berusaha menyimpulkan dan bertemu dengan kesempurnaan dengan cara mereka masing - masing. Van Gough dengan Impressionisme nya berusaha untuk mengekspresikan apa yang terlihat dan tak terlihat dengan apa adanya, melalui goresan kuas yang memantulkan cahaya, sekaligus dalam sebuah frame, tanpa memperdulikan pakem - pakem perspektif dan lainnya yang berlaku di masa itu. Dali dengan Surrealisme nya yang terinspirasi dari ilmu psikologi Freud, bukanlah menelan semua pakem seni mentah - mentah, melainkan berusaha mengidentifikasikan seni melalui idealisme miliknya sendiri, dan membebaskan dirinya untuk dapat secara spontan memvisualisasikannya dengan cara dan gambarannya sendiri tanpa terbelenggu oleh mungkin dan tidak mungkin, atau boleh dan tidak boleh. &#xA;&#xA;Seni mungkin memang merupakan sarana berekspresi dan berbicara, seni juga mungkin merupakan sarana untuk memberontak terhadap segala belenggu. Seni mungkin juga merupakan sebuah ide dan pemahaman yang berbeda, dan menjadi penyambung antara mimpi dan kenyataan.&#xA;&#xA;Namun satu yg pasti, seni adalah suara. Seni selalu ingin dimengerti. Dan cara terbaik untuk dapat menikmati seni adalah dengan belajar memahami.&#xA;&#xA;Seni adalah manusia.&#xA;&#xA;———–&#xA;Seniman? Mungkin adalah sekumpulan orang yang memilih live for something rather than die for nothing. Mungkin juga adalah sekumpulan manusia pemikir berat yang berusaha untuk memahami cara untuk menjadi manusia yg seutuhnya. Mungkin juga adalah pemimpi yg berusaha bertahan hidup. Entahlah. Aku belum menjadi seorang seniman.&#xA;&#xA;Sebuah catatan bagi diri sendiri, sebagai pengingat untuk tetap berpikir, mendeskonstruksi, mencari dan tetap waras.&#xA;&#xA;“There is only one difference between a madman and me. I am not mad.”&#xA;“Have no fear of perfection - you’ll never reach it.”&#xA;S.Dali-&#xA;&#xA;#life #art #artist]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Seni mungkin memang merupakan kemampuan manusia untuk memproyeksikan mimpi atau impian diatas kenyataan, namun itu tak menjadikan seorang seniman hanya sebagai seorang pemimpi. Menurutku, pada dasarnya setiap seniman adalah seorang pemikir berat. </p>

<p>Impian dan kenyataan adalah pembagian yang dilakukan manusia berdasarkan apa yang bisa diukur dan dicerna oleh nalar manusia pada masa tertentu. (Kusebut masa, karena apa yg logis di tahun 2011 ini tentu tidak logis pada tahun 1920.) Pembagian yang dilakukan atas dasar mungkin dan tidak mungkin, yang lagi – lagi merupakan kotak – kotak yang dilakukan oleh manusia.</p>

<p>Itu sebabnya seringkali, apabila tidak bisa dikatakan setiap kali, seniman dalam bidang apapun, dianggap gila, ditolak oleh kumpulannya dengan alasan melanggar ketentuan ataupun pemahaman atas idealisme yang ada, atau dianggap memiliki masalah psikologi yang tidak sesuai dengan paham umum pada masanya.</p>

<p>Memang tidak dapat dipungkiri, kesempurnaan adalah kata yang sangat berat dan rumit. Mereka yang mencari kesempurnaan, tidak lain dan tidak bukan, adalah seniman. Baik kesempurnaan yang utuh, ataupun kesempurnaan dalam ketidaksempurnaan.</p>

<p>Kesempurnaan dalam segala wujudnya, hanya dapat ditemukan saat pemikiran dapat dibebaskan dari segala ikatan dan bentuk apapun yang diharuskan oleh manusia. Kesempurnaan bukanlah milik manusia, karenanya untuk dapat memahami kesempurnaan tersebut, batas manusia harus dihilangkan.</p>

<p>Harus diakui, untuk mampu memahami makna dari kesempurnaan tersebut, mau tidak mau seorang harus menghadapi ribuan ketidaksempurnaan, menjawab dan memikirkan jawaban atas jutaan pertanyaan yang tak pernah habis, dan seringkali menyedot diri ke dalam sebuah pemahaman yang apabila diucapkan, akan terdengar absurd.</p>

<p>Setiap manusia, pada dasarnya ingin hidup bahagia. Bahagia secara mudah disubstitusikan dengan kata aman. Aman secara nyawa, aman secara badan, aman secara jiwa, dan aman dalam hubungan dengan sesama manusia lainnya. Aman dapat dengan mudah dialihkan sebagai normal. Normal berarti sama seperti kebanyakan yang lain, atau pada umumnya. Syarat dari normal adalah tidak berlebih, tidak menyolok, dan tidak tertinggal atau dapat dikatakan sebagai: biasa – biasa saja.</p>

<p>Biasa – biasa saja tentu bukanlah kesempurnaan. Dan biasa – biasa saja inilah yang membuat banyak orang takut untuk berpikir dan bertanya lebih jauh mengenai kesempurnaan. Setiap manusia dalam hati kecilnya menyadari dengan amat sangat, bahwa sekali kita mengetahui sebuah kebenaran, akan amat sangat sulit untuk kembali ke posisi tidak tahu. Seringkali, jauh lebih mudah untuk menjadi tidak tahu. Karena tahu akan membuat kita terpaksa menelaah kenormalan kita kembali. Seringkali, jauh lebih mudah untuk menutup mata dan percaya segalanya akan baik – baik saja.</p>

<p>Namun para seniman yang ingin mencapai titik maksimal dalam dirinya, akan secara sadar berusaha menghilangkan segala harapan atas sebuah titik normal, karena harapan akan adanya titik normal hanya akan membatasi kemampuan dirinya dan membuatnya berhenti.</p>

<p>Setiap seniman, diakui atau tidak, dengan atau tanpa sadar, mempunyai idealisme dan gambaran ideal mengenai berbagai hal. Seni menjadi sarana di mana mereka dapat menggambarkan konsep ideal mereka, meletakkan pondasi akan dunia ideal yg mereka harapkan. Seni menjadi suara mereka, menjadi kapal layar mereka untuk perjalanan menemukan mercu suar yg mereka tuju.</p>

<p>Setiap seniman, diakui atau tidak, dengan atau tanpa sadar, berusaha menyimpulkan dan bertemu dengan kesempurnaan dengan cara mereka masing – masing. Van Gough dengan Impressionisme nya berusaha untuk mengekspresikan apa yang terlihat dan tak terlihat dengan apa adanya, melalui goresan kuas yang memantulkan cahaya, sekaligus dalam sebuah frame, tanpa memperdulikan pakem – pakem perspektif dan lainnya yang berlaku di masa itu. Dali dengan Surrealisme nya yang terinspirasi dari ilmu psikologi Freud, bukanlah menelan semua pakem seni mentah – mentah, melainkan berusaha mengidentifikasikan seni melalui idealisme miliknya sendiri, dan membebaskan dirinya untuk dapat secara spontan memvisualisasikannya dengan cara dan gambarannya sendiri tanpa terbelenggu oleh mungkin dan tidak mungkin, atau boleh dan tidak boleh.</p>

<p>Seni mungkin memang merupakan sarana berekspresi dan berbicara, seni juga mungkin merupakan sarana untuk memberontak terhadap segala belenggu. Seni mungkin juga merupakan sebuah ide dan pemahaman yang berbeda, dan menjadi penyambung antara mimpi dan kenyataan.</p>

<p>Namun satu yg pasti, seni adalah suara. Seni selalu ingin dimengerti. Dan cara terbaik untuk dapat menikmati seni adalah dengan belajar memahami.</p>

<p>Seni adalah manusia.</p>

<p>———–
Seniman? Mungkin adalah sekumpulan orang yang memilih live for something rather than die for nothing. Mungkin juga adalah sekumpulan manusia pemikir berat yang berusaha untuk memahami cara untuk menjadi manusia yg seutuhnya. Mungkin juga adalah pemimpi yg berusaha bertahan hidup. Entahlah. Aku belum menjadi seorang seniman.</p>

<p>Sebuah catatan bagi diri sendiri, sebagai pengingat untuk tetap berpikir, mendeskonstruksi, mencari dan tetap waras.</p>

<p>“There is only one difference between a madman and me. I am not mad.”
“Have no fear of perfection – you’ll never reach it.”
– S.Dali-</p>

<p><a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:life" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">life</span></a> <a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:art" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">art</span></a> <a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:artist" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">artist</span></a></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://loudlyhere.writeas.com/seni</guid>
      <pubDate>Thu, 25 Nov 2021 11:10:17 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Creativity And Madness</title>
      <link>https://loudlyhere.writeas.com/creativity-and-madness?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[There is creativity in insanity. There is a touch of madness in every geniuses’ mind. There is a touch of rebellion in every artists and artisans’ soul. There is a touch of imperfections in every masterpieces.&#xA;&#xA;As Socrates declared, “If a man comes to the door of poetry !--more--(philosophy and arts) untouched by the madness of the Muses, believing that technique alone will make him a good poet, he and his sane compositions never reach perfection, but are utterly eclipsed by the performance of the inspired madman.”&#xA;&#xA;Sylvia Plath once said, “Creative people must not avoid the pain that they get dealt. Hurt must be examined like a plague.”&#xA;&#xA;Can’t be denied that insight gained through intense, extreme, even painful experiences can add depth and meaning to creative works. It might answer Aristotle’s question “ Why is it that all men who are outstanding in philosophy, poetry, or the arts are melancholic?”&#xA;&#xA;—–&#xA;No great genius has ever existed without some touch of madness. -Aristotle-&#xA;&#xA;#art #artist #genius #madness #creativity]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>There is creativity in insanity. There is a touch of madness in every geniuses’ mind. There is a touch of rebellion in every artists and artisans’ soul. There is a touch of imperfections in every masterpieces.</p>

<p>As Socrates declared, “If a man comes to the door of poetry (philosophy and arts) untouched by the madness of the Muses, believing that technique alone will make him a good poet, he and his sane compositions never reach perfection, but are utterly eclipsed by the performance of the inspired madman.”</p>

<p>Sylvia Plath once said, “Creative people must not avoid the pain that they get dealt. Hurt must be examined like a plague.”</p>

<p>Can’t be denied that insight gained through intense, extreme, even painful experiences can add depth and meaning to creative works. It might answer Aristotle’s question “ Why is it that all men who are outstanding in philosophy, poetry, or the arts are melancholic?”</p>

<p>—–
No great genius has ever existed without some touch of madness. -Aristotle-</p>

<p><a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:art" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">art</span></a> <a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:artist" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">artist</span></a> <a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:genius" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">genius</span></a> <a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:madness" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">madness</span></a> <a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:creativity" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">creativity</span></a></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://loudlyhere.writeas.com/creativity-and-madness</guid>
      <pubDate>Wed, 24 Nov 2021 18:55:04 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Karya</title>
      <link>https://loudlyhere.writeas.com/karya?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Tidak akan pernah bisa kita membandingkan karya seseorang dengan lainnya. Dan memang bukan begitu juga cara kita menghargai sebuah karya.&#xA;&#xA;Sebuah karya butuh waktu dan pemahaman untuk dapat bekerja secara maksimal. Tujuan tiap orang membuat karya berbeda - beda, maka sudah tentu hasil karyanya akan berbeda juga.&#xA;&#xA;Sebuah karya itu seyogyanya adalah hasil dari !--more--pemikiran, pemahaman, perasaan, dan sudut pandang seorang pembuat karya, terhadap satu tema atau topik tertentu. Apakah seorang pembuat karya tersebut telah menyelami segalanya, atau hanya melihat dari permukaan saja, itu yg akan membedakan nilai dan rasa sebuah karya.&#xA;&#xA;Mungkin itu agak sulit dipahami? Begini saja. Kita ambil contoh mudahnya. Pemerkosaan. Mereka yg belum pernah mengalami ataupun berhubungan dengan pemerkosaan, akan sangat berbeda sudut pandangan nya dengan mereka yg sudah mengalami atau berhubungan dengan hal tersebut. Lalu kalau dikaryakan? Wah pasti beda jauh. Pahit, getir, sakit, pedih itu nyata.&#xA;&#xA;Namun sebuah karya juga butuh tarik menarik dari dua arah. Bukan hanya dari si pembuat karya, tetapi juga dari penikmat karyanya. Tingkat pemahaman seseorang, selain dari tingkat pendidikan, juga akan ditentukan dari sejauh dan serumit apa perjalanan yg telah dilaluinya.&#xA;&#xA;Karenanya untuk dapat memahami dan menilai sebuah karya, dibutuhkan sebuah chemistry antara pembuat dan penikmat karya, selain dari kekuatan karya itu sendiri untuk berbicara.&#xA;&#xA;Di situlah letak indahnya seni. Ketika manusia saling memahami dalam hening, dan hening mampu berbicara dengan lantang.&#xA;&#xA;#art #artist #honesty]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Tidak akan pernah bisa kita membandingkan karya seseorang dengan lainnya. Dan memang bukan begitu juga cara kita menghargai sebuah karya.</p>

<p>Sebuah karya butuh waktu dan pemahaman untuk dapat bekerja secara maksimal. Tujuan tiap orang membuat karya berbeda – beda, maka sudah tentu hasil karyanya akan berbeda juga.</p>

<p>Sebuah karya itu seyogyanya adalah hasil dari pemikiran, pemahaman, perasaan, dan sudut pandang seorang pembuat karya, terhadap satu tema atau topik tertentu. Apakah seorang pembuat karya tersebut telah menyelami segalanya, atau hanya melihat dari permukaan saja, itu yg akan membedakan nilai dan rasa sebuah karya.</p>

<p>Mungkin itu agak sulit dipahami? Begini saja. Kita ambil contoh mudahnya. Pemerkosaan. Mereka yg belum pernah mengalami ataupun berhubungan dengan pemerkosaan, akan sangat berbeda sudut pandangan nya dengan mereka yg sudah mengalami atau berhubungan dengan hal tersebut. Lalu kalau dikaryakan? Wah pasti beda jauh. Pahit, getir, sakit, pedih itu nyata.</p>

<p>Namun sebuah karya juga butuh tarik menarik dari dua arah. Bukan hanya dari si pembuat karya, tetapi juga dari penikmat karyanya. Tingkat pemahaman seseorang, selain dari tingkat pendidikan, juga akan ditentukan dari sejauh dan serumit apa perjalanan yg telah dilaluinya.</p>

<p>Karenanya untuk dapat memahami dan menilai sebuah karya, dibutuhkan sebuah chemistry antara pembuat dan penikmat karya, selain dari kekuatan karya itu sendiri untuk berbicara.</p>

<p>Di situlah letak indahnya seni. Ketika manusia saling memahami dalam hening, dan hening mampu berbicara dengan lantang.</p>

<p><a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:art" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">art</span></a> <a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:artist" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">artist</span></a> <a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:honesty" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">honesty</span></a></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://loudlyhere.writeas.com/karya</guid>
      <pubDate>Wed, 24 Nov 2021 18:08:25 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Art</title>
      <link>https://loudlyhere.writeas.com/art?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[“One common question that commoners usually asked me was, ‘How can you point one artwork has a soul and the rest not?’&#xA;&#xA;It is simple. The one that has soul will catch your attention in miliseconds, make you hold your breath, and stays in your memory for a long (if not very long) time. The longer it stays means you have a collector item to grab fast.&#xA;&#xA;What usually catch my attention is!--more-- the feel, how the artists/ artisans take risks and challenge themselves to create something unusual, beyond words and imagination, intricate, yet delicate, proportional, and mesmerizing at the same time. They create a dream in one millisecond.&#xA;&#xA;Did you notice I said &#39;take risk’? The risk comes from the journey. It shows their achievements till this point of their journeys. The risk makes it all worthy.&#xA;&#xA;So, the moment fear stops your steps toward risky choice, an artisan has already died.&#xA;&#xA;There is no such thing as &#39;our own limit’, unless it is an excuse. We are the highest among the nature’s hierarchy. Our brain capacity has not even been used more than 15% and we’ve seen many great civilization built that’s just beyond our imagination.&#xA;&#xA;To live is to acknowledge, to achieve, to share, to be, and to let go. Without progress, life itself has no meaning. If we don’t pursue the better and the greater, we will diminish the essence of life and its’ purpose.&#xA;&#xA;Art is a way of thinking and communicating. It is born way before numbers, alphabets, and words. It is ever much older than the philosophy.&#xA;Art is our mental awareness.&#xA;&#xA;You don’t choose to be an artist and artisan. No one can choose to be one. You can choose to be a painter, a designer, a dancer, but you can’t choose to be an artist or artisan. You just do.&#xA;&#xA;That very same way goes as the answer of your question. You can be a clerk, a marketing, and anything other than artisans.&#xA;&#xA;The artist in you, no one could take it away.&#xA;Not even yourself. Never let fear makes you run from yourself.&#xA;&#xA;If knowledge and feelings can create problems, it is not through ignorance that we can solve them.”&#xA;&#xA;#art #artist ]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>“One common question that commoners usually asked me was, ‘How can you point one artwork has a soul and the rest not?’</p>

<p>It is simple. The one that has soul will catch your attention in miliseconds, make you hold your breath, and stays in your memory for a long (if not very long) time. The longer it stays means you have a collector item to grab fast.</p>

<p>What usually catch my attention is the feel, how the artists/ artisans take risks and challenge themselves to create something unusual, beyond words and imagination, intricate, yet delicate, proportional, and mesmerizing at the same time. They create a dream in one millisecond.</p>

<p>Did you notice I said &#39;take risk’? The risk comes from the journey. It shows their achievements till this point of their journeys. The risk makes it all worthy.</p>

<p>So, the moment fear stops your steps toward risky choice, an artisan has already died.</p>

<p>There is no such thing as &#39;our own limit’, unless it is an excuse. We are the highest among the nature’s hierarchy. Our brain capacity has not even been used more than 15% and we’ve seen many great civilization built that’s just beyond our imagination.</p>

<p>To live is to acknowledge, to achieve, to share, to be, and to let go. Without progress, life itself has no meaning. If we don’t pursue the better and the greater, we will diminish the essence of life and its’ purpose.</p>

<p>Art is a way of thinking and communicating. It is born way before numbers, alphabets, and words. It is ever much older than the philosophy.
Art is our mental awareness.</p>

<p>You don’t choose to be an artist and artisan. No one can choose to be one. You can choose to be a painter, a designer, a dancer, but you can’t choose to be an artist or artisan. You just do.</p>

<p>That very same way goes as the answer of your question. You can be a clerk, a marketing, and anything other than artisans.</p>

<p>The artist in you, no one could take it away.
Not even yourself. Never let fear makes you run from yourself.</p>

<p>If knowledge and feelings can create problems, it is not through ignorance that we can solve them.”</p>

<p><a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:art" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">art</span></a> <a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:artist" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">artist</span></a></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://loudlyhere.writeas.com/art</guid>
      <pubDate>Wed, 24 Nov 2021 18:00:53 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>The Visioners</title>
      <link>https://loudlyhere.writeas.com/the-visioners-artists?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[They said, “Artists are bunch of delutionals, and they are much worse than those drunks. Drunks only high when they were drunk, but those bunch of artists, they drunk all the time, live in an unparallel reality that sounds so acceptable but is actually out of the norms. They are bunch of cowards who didn’t have the guts to face the harsh, cold, bitter truth of this world, so they created a false world of their own.”&#xA;&#xA;I said, “Can you describe !--more--what is love, how does it feel to be in love, if you never fall in love? You will never know what insanity is, if you never once being insane. And yes, falling in love is the simplest example of a purely insanity in the early to middle stage. Everyone who has fallen in love will agree.&#xA;&#xA;Delusion is a false reality. We don’t judge the reality by true or false. We live by realizing the dreams and dreaming the reality. You call it vision, the art of believing before seeing.&#xA;&#xA;That’s why you can call us: The Visioners&#xA;&#xA;#artist #art&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>They said, “Artists are bunch of delutionals, and they are much worse than those drunks. Drunks only high when they were drunk, but those bunch of artists, they drunk all the time, live in an unparallel reality that sounds so acceptable but is actually out of the norms. They are bunch of cowards who didn’t have the guts to face the harsh, cold, bitter truth of this world, so they created a false world of their own.”</p>

<p>I said, “Can you describe what is love, how does it feel to be in love, if you never fall in love? You will never know what insanity is, if you never once being insane. And yes, falling in love is the simplest example of a purely insanity in the early to middle stage. Everyone who has fallen in love will agree.</p>

<p>Delusion is a false reality. We don’t judge the reality by true or false. We live by realizing the dreams and dreaming the reality. You call it vision, the art of believing before seeing.</p>

<p>That’s why you can call us: The Visioners</p>

<p><a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:artist" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">artist</span></a> <a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:art" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">art</span></a></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://loudlyhere.writeas.com/the-visioners-artists</guid>
      <pubDate>Wed, 24 Nov 2021 17:55:36 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Categories</title>
      <link>https://loudlyhere.writeas.com/categories?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[alive&#xA;alone&#xA;art&#xA;artist&#xA;creativity&#xA;daughter&#xA;death&#xA;fear&#xA;feel&#xA;freedom&#xA;genius&#xA;getbackup&#xA;happiness&#xA;honesty&#xA;kindness&#xA;laugh&#xA;life&#xA;loner&#xA;love&#xA;madness&#xA;memories&#xA;minimalism&#xA;missing&#xA;money&#xA;photography&#xA;relationship&#xA;sadness&#xA;shadow&#xA;selflove&#xA;selfrespect&#xA;soulmates&#xA;stranger&#xA;thoughts&#xA;trauma&#xA;travel]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:alive" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">alive</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:alone" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">alone</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:art" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">art</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:artist" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">artist</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:creativity" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">creativity</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:daughter" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">daughter</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:death" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">death</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:fear" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">fear</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:feel" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">feel</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:freedom" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">freedom</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:genius" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">genius</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:getbackup" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">getbackup</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:happiness" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">happiness</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:honesty" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">honesty</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:kindness" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">kindness</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:laugh" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">laugh</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:life" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">life</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:loner" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">loner</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:love" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">love</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:madness" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">madness</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:memories" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">memories</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:minimalism" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">minimalism</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:missing" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">missing</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:money" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">money</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:photography" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">photography</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:relationship" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">relationship</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:sadness" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">sadness</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:shadow" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">shadow</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:selflove" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">selflove</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:selfrespect" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">selfrespect</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:soulmates" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">soulmates</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:stranger" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">stranger</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:thoughts" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">thoughts</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:trauma" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">trauma</span></a>
<a href="https://loudlyhere.writeas.com/tag:travel" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">travel</span></a></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://loudlyhere.writeas.com/categories</guid>
      <pubDate>Mon, 22 Nov 2021 18:26:20 +0000</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>